Showing posts with label Buletin Kampus Politeknik Negeri Banjarmasin. Show all posts
Showing posts with label Buletin Kampus Politeknik Negeri Banjarmasin. Show all posts

Thursday, 20 April 2017

HATI HATI INVESTASI BODONG



Investasi bodong
Praktik penipuan dengan tawaran investasi berprofit tinggi kembali memakan korban. Kali ini, investasi bodong ini menggunakan skema arisan. Sejumlah ibu rumah tangga yang jadi korban  akan mengadukan masalah ini ke kepolisian.

Tawaran investasi berprofit selangit ini bernama Arisan Bunda Tiara. Arisan ini berdiri di Jakarta, hasil gagasan Windari asal Semarang dan meluas melalui jejaring sosial Facebook. Ia menawarkan investasi dengan sistem simpan modal Rp 100.000 akan menjadi Rp 200.000 dalam waktu 20 hari, investasi Rp 200.000 menjadi Rp 300.000 dalam waktu 30 hari dan investasi Rp 750.000 bisa mendapat bonus gadget.

Yona Amalia Naputri Syam, salah satu member Arisan Bunda Tiara mengaku, sudah menderita kerugian sebesar Rp 15 juta. Ibu rumah tangga yang tinggal di Jakarta Barat ini mengikuti arisan itu sejak pertengahan Maret 2015. Namun, sampai sekarang dia belum menerima keuntungan yang dijanjikan sebesar Rp 200.000 per 30 hari. " Saya sudah mencari Windari tapi tak ketemu, dan sepertinya kabur," jelas Yona, Selasa (5/5/2015).

Rencananya, Yona bakal melaporkan kasus penipuan ini ke kepolisian hari ini, Rabu (6/5/2014).  Dia sudah mulai mengumpulkan bukti-bukti dan mencari teman-temannya yang menjadi korban investasi bodong lainnya.

Diperkirakan, Arisan Bunda Tiara sudah memiliki member lebih dari 400 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah.

Dalam laporan nanti, bukan hanya Windari yang jadi terlapor. Beberapa admin yang selama ini membantu pengelolaan arisan juga akan menjadi terlapor. Namun, Yona tak bisa merinci nama-nama admin tersebut, karena selama ini hanya berkomunikasi melalui Facebook.

Korban lainnya adalah Deasy Syafianty, ibu rumah tangga di Bekasi yang menderita kerugian dengan nilai sekitar Rp 50 juta. Uang itu bukan miliknya sendiri, karena Deasy juga mendapat titipan modal dari teman-temannya. "Ada 80 orang yang titip modal," kata Deasy.

Sardjito, Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal I Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengaku belum mengetahui kasus bermodus arisan ini. Ia hanya menghimbau agar masyarakat harus lebih jeli terhadap tawaran investasi bila yield-nya terlalu tinggi. Tawaran investasi dengan imbal hasil yang tak masuk akal selalu berujung pada penipuan. Masyakarat harus segera melapor ke OJK atau polisi.

Pengisian Data Simpadu



Simpadu : Aplikasi sejuta Manfaat


Simpadu atau Sistem Informasi Terpadu merupakan aplikasi yang berisi data-data penting Mahasiswa dan Dosen baik data berupa nilai, kehadiran maupun yang lainnya. Hal inilah yang menyebabkan pengisian simpadu menjadi kegiatan rutin dan wajib dilakukan oleh Mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin.

Dalam simpadu sendiri terdapat beberapa unsur, yang pertama unsur akademik seperti nilai, kehadiran, perkuliahan. Kemudian ada unsur Simpeg atau sistem informasi kepegawaian seperti data-data kepegawaian, pangkat dan sebagainya. Kemudian ada juga data P2M tentang penelitian.

“Tujuan simpadu sesuai dengan perkembangan zaman semakin banyak orang menggunakan komputer jadi bagaimana dengan komputer semua serba cepat. Jadi singkatnya tujuan simpadu adalah mempercepat proses informasi dan pendataan di Poliban.” Jelas Bapak Agus Setiyo Budi N, ST., M.Kom.

Dalam pengisian simpadu awalnya Mahasiswa hanya dianjurkan membawa NIM (Nomor Induk Mahasiswa), namun di tahun 2016 ini Mahasiswa diwajibkan membawa persyaratan lainya, seperti Kartu Keluarga(KK), Akte Kelahiran, dan Ijazah SMA/SMK/sederajat. Perubahan seperti ini tentu saja menimbulkan pro dan kontra dikalangan Mahasiswa. Banyak mahasiswa yang mendukung , namun tidak sedikit juga yang menganggap perubahan ini hanya membuat mahasiswa kesulitan.

Menanggapi keluhan dari mahasiswa yang kontra, Bapak Agus pun menjelaskan bahwa sebenarnya perubahan ini bertujuan kearah yang jelas dan positif. “Semua berawal dari pemerintahan, ada perturan dari kementerian bahwa  UPT TIK bertanggung jawab mendata mahasiswanya berdasarkan IP nasional yang biasanya terdapat pada Kartu Keluarga (KK), SIM, KTP dan sebagainya. Data tidak bisa terekam di Fieder jika hanya menggunakan NIM, karena hal itulah mereka meminta agar setiap mahasiswa membawa Kartu Keluarga karena didalam Kartu Keluarga tersebut memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan).”

Beliau mengatakan bahwa sesuatu yang awalnya mudah menjadi sulit itu memang membuat orang menjadi sulit juga, tapi jika yang sulit itu dijalani dia akan menjadi mudah. Beliau juga berharap dengan banyaknya manfaat yang ditawarkan simpadu ini mahasiswa bisa dengan mudah untuk mendapatkan informasi, baik seputar akademik maupun yang lainnya. Kemudian mahasiswa bisa memberikan feedback kepada UPT TIK berupa saran dan masukan sehingga kedepannya bisa lebih baik lagi.

“Harapan kedepannya dari kami sendiri (UPT TIK) ingin pemerintah itu mudah-mudahan ……….nya sejahtera jadi anggaran dana dan infrastruktur itu menjadi lebih mudah karena setiap tahunnya  infrastruktur kampus perlu diremajakan.” Tambah beliau.

Mbeee Series Chapter 6




Mbeee anniversary sudah 2 bulan berlalu, para anggota sibuk menyiapkan diri menghadapi UAS (ujian akhir semester). Maya berada didalam kelas, duduk diam sambil menatap buku matematika yang sangat tidak disukainya, dia tidak peduli dengan teman-teman sekelas disekitarnya yang sedang asik bergosip dan lain-lain, focus pada buku itu.
“apa yang harus gw lakukan dengan buku ini?” Maya meremas kepalanya, sesekali memainkan rambutnya. Dengan tatapan bingung kebuku matematika itu.
“apa yang harusssss gw lakukaaaaaan” suaranya meledak keluar sehingga membuat teman-teman dikelasnya menatap heran padanya.
“sorry-sorry guys.. lanjutkan saja aktivitas kalian.. abaikan gw….” Maya mencoba menenangkan setumpuk manusia yang sedang menatap tajam kepadanya. Dan seketika suasana mulai kembali seperti biasa. Maya mulai berpikir lagi tentang buku matematika yang berada tepat didepannya, memang sejak dahulu kala Maya sangat tidak menyukai kata yang namanya “MATEMATIKA”, baginya matematika itu mematikan. Jawaban dari soal matematika tidak bisa dikarang seperti pelajaran sosiologi pada saat masih SMA, tidak bisa di eja dengan kata-kata sendiri seperti pelajaran bahasa Indonesia. Tidak ada jawaban alternative seperti pemprograman. Memikirkannya saja sudah membuat Maya pusing.
*****
Sementara itu,
Bentar, Edi dan Eru sedang belajar berjamaah di secretariat Mbeee. Memang ini adalah musim-musim UAS untuk perkuliahan di Poliban. Bentar yang sudah pintar dari sananya tetap belajar walaupun sebenarnya sedang membantu Edi dan Eru yang satu jurusan dengannya.
Tidak lama Maya datang dengan teriakan khasnya.
“Guyssssss!!!!!!” terdengar langkah kaki Maya memasuki pintu secretariat. Dengan buku matematika ditangannya, dia langsung duduk disebelah Bentar.
“Tidak. Ni anak datang lagi…” gerutu Edi , manusia yang paling sering mencari gara-gara ke Maya.
“apa salahnya membantu teman yang sedang kesusahan.. Di.. lu jahat ah sama gue…” Maya dengan muka manyunnya langsung membukakan buku matematika ke hadapan Bentar, pertanda dia ingin Bentar mengajarinya tentang apa yang tidak iya mengerti.
“salah banget May, salah… salah besarr…” sahut Edi sambil mengotak-atik laptopnya lalu berpindah ke ujung ruangan mencari tempat bersandar.
“salah gue apaa Di… -___- .. guekan minta bantuan karena gue gak ngerti..” Maya mengganti ekspresi manyunnya dengan wajah yang diimutkannya. Membuat tidak tahan orang yang melihat.
“ya Allah May.. lu daritadi bolak-balik dari kelas ke sekre, kelas-sekre, kelas-sekre, udah berapa kali? Dan lagi-lagi bertanya dengan pertanyaan yang sama.. apa gak bosen lu? Gue banting juga ni laptop =_=” Edi mulai kesal.
“sudah.. sudah Di.. jadi May, apalagi yang mau ditanyain?” Bentar mencoba menghentikan perseteruan mereka sambil melihat kebuku matematika Maya.
“nah Di… denger tuh.. “ Maya dengan senyum kemenangannya langsung menunjukkan bagian pelajaran yang dia tidak mengerti.”ini nih Ben…. Hehe…gue kan tadi kekelas.. nah duduk-duduk.. gue coba buat mahamin dan mengingat-ingat… tapi…ya begitu.. gue lupa lagi..” Maya dengan muka cengengesannya cukup membuat ekspresi Bentar berubah yang awalnya biasa saja langsung berubah ke mode badmood.

“May… perasaan… ini pertanyaan yang elu tanyain dengan 3 kali bolak-balik kelas –sekre, kelas-sekre deh,,” Bentar yang biasanya tidak banyak bicara, kini berlaku seperti ayah-ayah yang menasihati anaknya. Omongannya tidak ada spasi. Mengalir terus.
“apa gue bilang…. :”) sini Ben, laptop lu gue banting..” Edi senyum kesal. Eru yang daritadi berada diantara mereka bertiga lebih memilih menjauh dari para masalah, dia asik dengan dunianya sendiri.
“Maya.. sebaiknya.. elu gak usah ikut UAS Matematika kalau begini ceritanya..otak lo kayaknya gak nyampe..” Bentar si pintar dengan lidah pedasnya berucap.
“yang kalian lakuin ke gue itu jahat!” mode dramanya Maya keluar lagi.
“gue cuman bisa mendoakan yang terbaik buat UAS Matematika lo May.. angkat tangan gue. BYE” Bentar left the group.XD
“gue juga May! Good Luck! Gue percaya lo bisa!” Edi left the group. XD
Eru left the group.
(waks rada gaje .. see you in next chapter)